SEMANGAT DAN KEBERSAMAAN MEMBUAT KITA BELAJAR UNTUK MENGERTI DAN DIMENGERTI

Jumat, 06 Januari 2012

MASALAH DAN TOPIK PENELITIAN KUALITATIF Oleh: Mispamarti dan Fahmi Riadl

BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Dalam penelitian sosial, masalah penelitian, tema, topik, dan judul penelitian berbeda secara kualitatif maupun kuantitatif. Baik substansial maupun materil kedua penelitian itu berbeda berdasarkan filosofis dan metodologis. Masalah kuantitatif lebih umum memiliki wilayah yang luas, tingkat variasi yang kompleks namun berlokasi dipermukaan. Akan tetapi masalah-masalah kualitatif berwilayah pada ruang yang sempit dengan tingkat variasi yang rendah namun memiliki kedalaman bahasan yang tak terbatas.
Pendekatan kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Pada pendekatan ini, peneliti membuat suatu gambaran kompleks, meneliti kata-kata, laporan terinci dari pandangan responden, dan melakukan studi pada situasi yang alami (Creswell, 1998:15). Bogdan dan Taylor (Moleong, 2007:3) mengemukakan bahwa metodologi kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.
Penelitian kualitatif dilakukan pada kondisi alamiah dan bersifat penemuan. Dalam penelitian kualitatif, peneliti adalah instrumen kunci. Oleh karena itu, peneliti harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas jadi bisa bertanya, menganalisis, dan mengkonstruksi obyek yang diteliti menjadi lebih jelas. Penelitian ini lebih menekankan pada makna dan terikat nilai. Penelitian kualitatif digunakan jika masalah belum jelas, untuk mengetahui makna yang tersembunyi, untuk memahami interaksi sosial, untuk mengembangkan teori, untuk memastikan kebenaran data, dan meneliti sejarah perkembangan.

1.2    Perumusan Masalah
Dalam penulisan makalah ini, penulis akan membahas tentang:
1.    Bagaimana substansi peneilitian kualitatif?
2.    Apa saja tingkat analisis masalah kualitatif?
3.    Bagaimana mempertimbangkan dalam pemilihan masalah?
4.    Apa saja sumber topik dan masalah dalam penelitian kualitatif?

1.3    Tujuan dan Metode Penulisan

    Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengemukakan kajian tentang masalah dan topik penelitian kualitatif. Untuk mencapai tujuan itu akan digunakan metode pustaka, baik dari buku maupun internet.

1.4     Sistematika Penyajian
    Makalah ini dibagi menjadi tiga bab. Bab satu adalah bab pendahuluan, yang berfungsi sebagai pengantar. Bab ini dibagi menjadi tiga subbab dan menjelaskan latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan metode penelitian, dan sistem penyajian.
Bab dua berfungsi sebagai informasi yang menjelaskan tentang masalah dan topik penelitian kualitatif. Terdapat dalam bab dua ini adalah substansi penelitian kualitatif, tingkat unit analisis masalah kualitatif, pertimbangan memilih masalah, dan sumber topik dan masalah penelitian.
    Bab terakhir adalah bab tiga. Bab ini merupakan kesimpulan dari makalah.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Substansi Penelitian Kualitatif
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang dilakukan dalam setting tertentu yang ada dalam kehidupan riil (alamiah) dengan maksud menginvestigasi dan memahami fenomena: apa yang terjadi, mengapa terjadi, dan bagaimana terjadinya. Jadi riset kualitatif adalah berbasis pada konsep “going exploring” yang melibatkan in‐depth and case oriented study atas sejumlah kasus atau kasus tunggal (Finlay 2006). Tujuan utama penelitian kualitatif adalah membuat fakta yang mudah dipahami (understandable) dan kalau memungkinkan (sesuai modelnya) dapat menghasilkan hipotesis baru.
Penelitian kualitatif memiliki beberapa ciri. Ciri tersebut dapat dikaitkan dengan peranan peneliti, hubungan yang dibangun, proses yang dilakukan, peran makna dan interpretasi serta hasil temuan. Ciri tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut (Finlay 2006).
1.    Peranan peneliti dalam membentuk pengetahuan
Dalam proses pembentukan/konstruksi pengetahuan, peneliti merupakan figur utama yang mempengaruhi dan membentuk pengetahuan. Peran ini dilakukan melalui proses pengumpulan, pemilihan dan interpretasi data. Jadi, sangatlah tidak mungkin untuk melakukan penelitian, jika penelitian tidak terjun langsung pada objek yang diteliti. Konsekuensinya, peneliti harus terlibat secara langsung dalam setiap tahap kegiatan penelitian dan harus berada langsung dalam setting penelitian yang dipilih.
2.    Arti penting hubungan penelitian dengan pihak lain
Penelitian kualitatif merupakan proses yang melibatkan peserta (yang diteliti), peneliti dan pembaca serta relationship yang mereka bangun. Jadi, peneliti dipengaruhi oleh lingkungan sosial, historis dan kultur dimana riset dilakukan. Kosenkuensinya, ketika melakukan penelitian, peneliti harus mampu membangun hubungan yang baik dengan objek penelitian dan mampu menyajikan hasil penelitian sehingga pembaca dapat mengikuti dengan jelas alur pemikiran peneliti dalam membangun suatu pengetahuan.
3.    Penelitian bersifat inductive, exploratory dan Hypothesis-Generation
Penelitian kualitatif selalu didasarkan pada fenomena yang menarik dan dimulai dengan pertanyaan terbuka (open question); bukan dimulai dengan hipotesis yang akan diuji kebenarannya. Jadi, penelitian bertujuan menginvestasi dan memahami social world, bukannya memprediksi perilaku. Penelitian dilakukan secara induktif dan exploratif dengan melihat apa yang terjadi, mengapa terjadi, dan bagaimana terjadinya sehingga diharapkan dapat menghasilkan hipotesis baru.
4.    Peranan makna (meaning) dan interpretasi
Penelitian kualitatif difokuskan pada bagaimana individu memahami dunianya dan bagaimana mereka mengalami peristiwa tertentu. Jadi, penelitian ini berusaha menginterpretasikan fenomena dari kacamata pelaku berdasarkan pada interpretasi mereka terhadap fenomena tersebut.
5.    Temuan sangat kompleks, rinci, dan komprehensif
Penelitian kualitatif didasarkan pada deskripsi yang jelas dan detail karena menjawab pertanyaan apa, mengapa, dan bagaimana. Oleh karena itu, penyajian atas temua sangatlah kompleks, rinci, dan komprehensif sesuai dengan fenomena yang terjadi pada setting penelitian.
Mengapa Perlu Qualitative Research?
Ada beberapa alasan yang mendorong mengapa ekonomi, manajemen, dan akuntansi memerlukan pendekatan kualitatif. Yang pertama, bidang kajian bukan disiplin yang “bebas nilai”. Artinya, kegiatan bisnis dan manajemen sangat tergantung pada nilai-nilai, norma, budaya, dan perilaku tertentu yang terjadi di suatu lingkungan tertentu. Jika lingkungannya berbeda, maka gaya dan pendekatan yang digunakan dapat berbeda.
Yang kedua, tidak semua nilai, perilaku, dan interaksi antara social actors dengan lingkungannya dapat dikuantifikasi. Hal ini disebabkan persepsi seseorang atas sesuatu sangat tergantung pada nilai‐nilai, budaya, pengalaman dan lain‐lain yang dibawa individu tersebut. Misalnya, dalam matematika jika orang ditanya berapa hasil 3 x 4, maka orang akan menjawab 12. Namun demikian, jika pertanyaan tersebut ditujukan pada tukang foto hasilnya bisa Rp 1.000, Rp 1.500 atau yang lain. Jawaban ini dapat berbeda karena seseorang merespon sesuatu berdasarkan pengalaman, budaya dan nilai‐nilai yang selama ini mereka yakini. Hal ini menunjukkan bahwa pemakaian angka tertentu (kuantifikasi) untuk mewakili perilaku, nilai, dan fenomena sosial lain dapat menghasilkan sesuatu yang menyesatkan dan tidak menggambarkan kondisi riil yang sebenarnya.

Literature Review
Literature review merupakan hal yang penting dalam penelitian kualitatitf. Kegiatan ini berkaitan dengan telaah atas teori yang dapat digunakan untuk menjelaskan fenomena dan telaah penelitian sebelumnya untuk menunjukkan keterkaitan antara penelitian yang sedang dilakukan dengan yang telah dilakukan.
Dalam Penelitian kualitatif, teori berfungsi sebagai “cermin” (lens) untuk memahami fenomena. Sehingga dengan menggunakan teori tersebut, fenomena yang semula sulit untuk dipahami menjadi lebih mudah dipahami dan bermakna. Oleh karena itu, untuk memahami fenomena peneliti harus mampu memilih teori yang relevan dengan aspek ontology atas isu penelitian yang digunakan dan sesuai dengan masalah penelitian. Teori tidak sekedar “dijahit” dalam penelitian tapi harus dijelaskan mengapa relevan dan harus dikaitkan langsung dengan masalah penelitian. Perlu juga dipahami teori harus dipilih karena relevansinya dengan penelitian bukan karena popularitas dari teori tersebut.
Ada beberapa alasan mengapa literatur review perlu diperhatikan dalam penelitian kualitatif. Alasan tersebut adalah (Neumen 2003):
1.    Menunjukkan pemahaman tentang body of knowledge dan kredibilitas peneliti
Literatur review menceritakan apa yang telah diketahui peneliti di bidang pengetahuan yang sedang diteliti. Oleh karena itu, literatur review berfungsi untuk menunjukkan apakah kompetensi, kemampuan dan background peneliti tercermin pada apa yang ditulis.
2.    Menunjukkan pola penelitian sebelumnya dan kaitannya dengan riset yang sedang dilakukan
Literatur review dapat mengarahkan peneliti pada pertanyaan penelitian dan menunjukkan perkembangan knowledge. Review yang baik dapat menunjukkan apakah riset yang dilakukan relevan dengan body of knowledge yang ada.
3.    Menciptakan koherensi dan meringkas “what is known in an area”
Literatur review memungkinkan peneliti untuk mengelompokkan dan mensintesiskan hasil‐hasil penelitian yang berbeda. Jadi review yang baik dapat menggambarkan apakah literatur review yang dilakukan dapat menunjukkan apa yang sudah dilakukan dan apa yang belum dilakukan.
4. Belajar dari orang lain dan mendorong munculnya ide baru
Literatur review membatu peneliti untu menceritakan apa yang telah ditemukan sehingga peneliti memperoleh manfaat dari yang telah dikerjakan orang lain

2.2  Tingkat Unit Analisis Masalah Kualitatif
Setiap penelitian baik penelitian kuantitatif maupun kualitatif selalu berangkat dari masalah. Terdapat perbedaan yang mendasar antara masalah dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, “masalah penelitian” harus jelas, spesifik, dan dianggap tidak berubah.
Dalam penelitian kualitatif "masalah" yang dibawa oleh peneliti masih remang-remang, bahkan gelap, kompleks dan dinamis. Oleh karena itu, "masalah" dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara, tentatif dan akan berkembang atau mungkin berganti setelah peneliti berada di lapangan.
Dalam penelitian kualitatif, akan terjadi tiga kemungkinan terhadap masalah yang dibawa oleh peneliti dalam penelitian.
(1)    masalah yang dibawa oleh peneliti tetap, sehingga sejak awal sampai akhir penelitian sama. Dengan demikian judul proposal dengan judul laporan penelitian sama.
(2)    masalah yang dibawa peneliti setelah memasuki penelitian berkembang yaitu memperluas atau memperdalam masaIah yang telah disiapkan.
(3)    masalah yang dibawa peneliti setelah memasuki lapangan berubah total, sehingga harus "ganti" masalah. Dengan demikian judul proposal dengan judul laporan penelitian tidak sama karena ada penggantian judul.
Karena terlalu luasnya masalah, maka dalam penelitian kuantitatif, peneliti akan membatasi penelitian dalam satu variabel atau lebih. Dengan demikian dalam penelitian kuantitatif ada yang disebut batasan masalah. Batasan masalah dalam penelitian kualitatif disebut dengan fokus, yang berisi pokok masalah yang masih bersifat umum.
Pembatasan masalah dalam penelitian lebih didasarkan pada tingkat kepentingan, urgensi dan feasibilitas masalah yang akan dipecahkan, selain juga faktor keterbatasan tenaga, dana dan waktu. Suatu masalah dikatakan penting jika masalah tersebut tidak dipecahkan melalui penelitian, maka akan semakin menimbulkan masalah baru. Masalah dikatakan urgen (mendesak) apabila masalah tersebut tidak segera dipecahkan melalui penelitian, maka akan semakin kehilangan berbagai kesempatan untuk mengatasi. Masalah dikatakan feasible apabila terdapat berbagai sumber daya untuk memecahkan masalah tersebut.
Untuk menilai masalah tersebut penting, urgen, dan feasible, maka perlu dilakukan melalui analisis masalah. Langkah-langkah analisis masalah adalah sebagai berikut:
1.    Peneliti melakukan penjelajahan umum (grand tour observation dan grand tour question), yaitu memperoleh gambaran umum (tahap permukaan tentang situasi sosial).
2.    Menetapkan fokus, yaitu pokok masalah yang masih bersifat umum – dapat merupakan domain tunggal atau beberapa domain yang terkait dari situasi sosial.
3.    Dalam penelitian kualitatif, penentuan fokus dalam proposal lebih didasarkan pada tingkat kebaruan informasi yang akan diperoleh dari situasi sosial (lapangan).
4.    Kebaruan informasi dapat berupa upaya untuk memahami secara lebih luas dan mendalam tentang situasi sosial, atau berupa keinginan untuk menghasilkan hipotesis atau ilmu baru dari situasi sosial yang diteliti.
5.    Fokus penelitian masih bersifat sementara berkembang setelah peneliti masuk lapangan atau situasi sosial tertentu (Proses "emergent design" (Lincoln dan Guba 1985:102).
6.    Namun setiap peneliti tetap harus membuat rumusan masalah.
7.    Pertanyaan penelitian kualitatif dirumuskan dengan maksud untuk memahami gejala yang kompleks kaitannya dengan aspek-aspek lain (in context).
8.    Dalam penelitian kualitatif, pertanyaan penelitian tidak dirumuskan atas dasar definisi operasional dari suatu variabel penelitian.
9.    Pertanyaan penelitian kualitatif dirumuskan dengan maksud untuk memahami gejala yang kompleks, interaksi sosial yang terjadi, dan kemungkinan ditemukan hipotesis atau teori baru.
10.    Bidang kajian penelitian kualitatif dalam pendidikan berkenaan dengan suatu proses dan kegiatan yang memungkinkan terjadinya interaksi antar manusia dan atau interaksi manusia dengan lingkungannya. Misalnya: proses pengajaran, proses bimbingan, pengelolaan /manajemen kelas, kepemimpinan dan pengawasan pendidikan, proses penilaian pendidikan, upaya pengembangan tugas profesi guru dan lain-lain.

2.3 Pertimbangan Memilih Masalah
Penelitian tidak mungkin dapat dilakukan tanpa adanya masalah. Menurut Sumadi (2008:12) lazimnya masalah diartikan sebagai adanya keadaan, kejadian, atau peristiwa yang memerlukan pemecahan. Masalah biasanya akan muncul jika ada kesenjangan antara das sollen dan das sein; ada perbedaan antara apa yang seharusnya dan apa yang ada dalam kenyataan, antara apa yang diperlukan dengan apa yang tersedia, antara harapan dan kenyataan.
Di dalam dunia nyata banyak masalah yang harus diselesaikan dengan segera dalam waktu tertentu, namun tidak semua masalah tersebut dapat diangkat menjadi masalah penelitian. Peneliti harus memahami terlebih dahulu ciri khusus masalah penelitian yakni:
1.    masalah penulisan hendaknya dapat mencerminkan kebutuhan yang dirasakan;
2.    masalah penelitian merupakan kenyataan yang betul-betul ada yang merupakan hasil dari proses identifikasi masalah;
3.    masalah penelitian relevan, dalam arti merupakan masalah yang betul-betul baru dan dapat dilakukan dengan baik dan benar.
Selain memperhatiakan ciri khusus masalah, masalah yang dipilih haruslah masalah yang baik.  Masalah yang baik memiliki ciri sebagai berikut:
a.    Mempunyai nilai penelitian
•    Asli
•    Menyatakan suatu hubungan
•    Hal yang penting secara ilmiah
•    Dapat diuji
b.    Fisibel
•    Masalah dapat dipecahkan
•    Tersedianya data dan metode untuk memeahkan masalah
•    Tersedianya biaya
•    Dalam waktu yang wajar
c.    Sesuai dengan kualifikasi peneliti
•    Menarik bagi peneliti
•    Sesuai dengan kualifikasi peneliti (pendidikan, skill)
Dalam pencaharian masalah untuk diteliti, mungkin saja peneliti mendapatkan lebih dari satu masalah. Dari sekian masalah tersebut perlu terlebih dahulu dilakukan identifikasi masalah. Ada beberapa cara yang dapat ditempuh, yakni:
1.    Analisis literatur; terutama publikasi hasil-hasil penelitian yang relevan, rekomendasi tindak lanjut hasil penelitian.
2.    Kerja dan kontak profesional bidang keilmuan, forum-forum ilmiah.
3.    Pernyataan pemegang otoritas, baik ilmuan maupun birokrasi.
4.    Pengamatan sepintas atas suatu kejadian atau peristiwa tertentu.
5.    Pengalaman pribadi peneliti dalam bidang-bidang tertentu yang menarik untuk diteliti.
      Ada beberapa hal yang harus dijadikan pertimbangan sebelum memilih masalah untuk diteliti. Adapun pertimbangan memilih masalah tersebut adalah:
1.    Pertimbangan ilmiah
a.    Apakah masalah tersebut dapat diteliti secara ilmiah, yaitu masalah yang realitasnya dapat diamati dan datanya tersedia dan dapat dikumpulkan.
b.    Apakah masalah tersebut memberikan mamfaat dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
c.    Dengan metode bagaimana masalah dapat diteliti?
2.    Pertimbangan non ilmiah
a.    Apakah mamfaat hasil penelitian bagi kepentingan praktis atau masyarakat.
b.    Apakah masalah terlalu peka untuk diteliti? (resistensi sosial, budaya, ideologi)
3.    Pertimbangan peneliti
a.    Penguasaan teori dan metodologi.
b.    Minat peneliti terhadap masalah
c.    Kemampuan pengumpulan dan analisis data.
d.    Ketersediaan waktu, dana, dan sumberdaya.
Mengutip sumber dari http//catatankuliahdigital.blogspot.com, tentang pertimbangan memilih masalah sebagai tersebut:
•    Pertimbangan Objektif
Pertimbangan objektif adalah pertimbangan berdasarkan kondisi (kualitas) masalah itu sendiri, layak atau tidak layak suatu masalah diteliti didasarkan pada kualitas masalah dan dapatnya masalah tersebut dikonseptualisasikan.
Suatu masalah dikatakan berkualitas apabila masalah itu memiliki:
a.    Nilai penemuannya tinggi.
b.    Masalah tersebut adalah masalah yang saat ini sedang dirasakan oleh kebanyakan, paling tidak beberapa kelompok masyarakat tertentu merasakan adanya masalah tersebut.
c.    Bisa jadi penelitian terhadap suatu masalah bukan merupakan pengulangan terhadap penelitian sebelumnya oleh orang lain.
d.    Masalah yang akan diteliti tersebut memiliki teoritis yang jelas.

Masalah penelitian dapat dikonseptualisasikan apabila masalah tersebut dapat menjawab pertanyaan di bawah ini:
a.    Apakah masalah tersebut memiliki batasan-batasan yang jelas?
b.    Bagaimana bobot dimensi operasional dari masalah itu?
c.    Apakah masalah penelitian itu dapat dihipotesiskan jika seandainya diuji nanti?
d.    Apakah masalah penelitian memiliki sumber data yang jelas seandainya diteliti?
e.    Apakah masalah itu dapat diukur sehingga dapat didesain alat ukur yang jelas?
f.    Apakah masalah itu memberi peluang kepada peneliti menggunakan alat analisis statistik yang jelas apabila diuji nanti.

•    Pertimbangan Subjektif
Pertimbangan subjektif berkisar tentang kredibilitas peneliti terhadap apa yang akan ditelitinya. \Dalam hal ini masalah yang perlu dipertanyakan adalah:
a.    Apakah masalah itu benar-benar sesuai dengan minat peneliti?
b.    Apakah keahlian dan kedisiplinan ilmu peneliti berkesesuaian dengan masalah tersebut atau tidak?
c.    Apakah peneliti memiliki kemampuan penguasaan teoritis yang memadai atau tidak mengenai masalah tersebut?
d.    Apakah cukup banyak atau tidak hasil-hasil pebelitian sebelumnya tentang masalah tersebut?
e.    Apakah cukup waktu apabila penelitian tersebut dilakukan?
f.    Apakah biaya pendukung untuk meneliti masalah tersebut dapat disediakan oleh peneliti atau tidak?
g.    Apakah alasan-alasan politik dan situasional masyarakat (pemerintah) menyambut baik masalah tersebut atau tidak apabila penelitian tersebut dilakukan.

2.4 Sumber Topik dan Masalah Penelitian
McGuigan ( dikutip dari Sevilla dkk, 1993:4) menyatakan bahwa setidak-tidaknya ada    tiga keadaan yang memunculkan masalah, yaitu:
a.    Ada informasi yang mengakibatkan munculnya kesenjangan dalam pengetahuan kita;
b.    ada hasil-hasil (penelitian) yang bertentangan;
c.    ada suatu kenyataan dan kita bermaksud untuk menjelaskannya melalui penelitian.
Keberadaan  suatu  masalah  merupakan  syarat  mutlak yang tidak  mungkin  ditawar-tawar bagi siapapun pelaku penelitian, oleh sebab itu perlu kecerdikan dan kepiawaian dalam mencari nya. Adapun sumber dan masalah penelitian dapat diperoleh dengan cara:
1.    Eksplorasi
Eksplorasi adalah tindakan mencari atau melakukan berbagai kegiatan dengan tujuan menemukan sesuatu.
Eksplorasi dapat dilakukan dengan cara:
a.    Berinteraksi dengan masyarakat untuk membaca situasi/lingkungan sosial yang ada.
b.    Mencari kelembaga riset
c.    Diskusi dengan orang-orang tertentu.
2.    Melakukan kajian terhadap teori, konsep, ataupun terhadap kebijakan publik yang ada. Teori, konsep, dan kebijakan publik tersebutdikaji berdasarkan implementasi terhadap kondisis empiris masyarakat saat ini, kemudian dilihat mana unsur-unsur ketidakterpaduan yang muncul. (Mencari ketidaksesuaian antara keadaan yang diharapkan (das sollen) dengan kenyataan (das sein))

BAB III
KESIMPULAN

Penelitian kualitatif adalah penelitian yang dilakukan dalam setting tertentu yang ada dalam kehidupan riil (alamiah) dengan maksud menginvestigasi dan memahami fenomena: apa yang terjadi, mengapa terjadi, dan bagaimana terjadinya.
Penelitian kualitatif memiliki beberapa ciri. Ciri tersebut dapat dikaitkan dengan peranan peneliti, hubungan yang dibangun, proses yang dilakukan, peran makna dan interpretasi serta hasil temuan.
Ada beberapa alasan yang mendorong mengapa ekonomi, manajemen, dan akuntansi memerlukan pendekatan kualitatif. Yang pertama, bidang kajian bukan disiplin yang “bebas nilai”. Artinya, kegiatan bisnis dan manajemen sangat tergantung pada nilai-nilai, norma, budaya, dan perilaku tertentu yang terjadi di suatu lingkungan bisnis. Jika lingkungannya berbeda, maka gaya dan pendekatan yang digunakan dapat berbeda.
Yang kedua, tidak semua nilai, perilaku, dan interaksi antara social actors dengan lingkungannya dapat dikuantifikasi. Hal ini disebabkan persepsi seseorang atas sesuatu sangat tergantung pada nilai‐nilai, budaya, pengalaman dan lain‐lain yang dibawa individu tersebut. Misalnya, dalam matematika jika orang ditanya berapa hasil 3 x 4, maka orang akan menjawab 12. Namun demikian, jika pertanyaan tersebut ditujukan pada tukang foto hasilnya bisa Rp 1.000, Rp 1.500 atau yang lain. Jawaban ini dapat berbeda karena seseorang merespon sesuatu berdasarkan pengalaman, budaya dan nilai‐nilai yang selama ini mereka yakini. Hal ini menunjukkan bahwa pemakaian angka tertentu (kuantifikasi) untuk mewakili perilaku, nilai, dan fenomena sosial lain dapat menghasilkan sesuatu yang menyesatkan dan tidak menggambarkan kondisi riil yang sebenarnya.
Masalah dalam penelitian kualitatif dilakukan berdasarkan pada fenomena yang terjadi. Fenomena dapat berasal dari dunia nyata (praktik) maupun kesenjangan teori dan research gap. Fenomena tersebut kemudian digunakan sebagai dasar dalam merumuskan masalah penelitian
DAFTAR PUSTAKA

Bungin, B. 2007. Penelitian Kualitatif. Prenada Media Group: Jakarta.
Bungin, B. 2003. Analisis Data Penelitian Kualitatif. PT Rajagrafindo Persada: Jakarta.
Chairi, A. 2009. “Landasan Filsafat dan Metode Penelitian Kualitatif”, Paper disajikan pada Workshop Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif, Laporatoriom Pengembangan Akuntansi (LPA), Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang, 31 Juli – 1 Agustus 2009.
Soendari, Tjutju. 2009. “Masalah dalam Penelitian Kualitatif.” http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_BIASA/195602141980032-TJUTJU_SOENDARI/Power_Point_Perkuliahan/Penelitian_PKKh/MASALAH__Pen._Kual.ppt_%5BCompatibility_Mode%5D.pdf. Didownload 5 Januari 2012.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar