1. HAKIKAT MAKNA
Menurut teori yang dikembangkan dari pandangan Ferdinand de Saussure bahwa makna adalah pengertian atau konsep yang dimiliki atau terdapat pada sebuah tanda-linguistik.
Dalam Kamus Linguistik, pengertian makna dijabarkan menjadi :
1. Maksud pembicara;
2. Pengaruh penerapan bahasa dalam pemakaian persepsi atau perilaku manusia atau kelompok manusia;
3. Hubungan dalam arti kesepadanan atau ketidak sepadanan antara bahasa atau antara ujaran dan semua hal yang ditunjukkannya,dan Cara menggunakan lambang-lambang bahasa (Harimurti Kridalaksana, 2001: 132).
Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdikbud, 1993:619) kata makna diartikan: (i) arti: ia memperhatikan makna setiap kata yang terdapat dalam tulisan kuno itu, (ii) maksud pembicara atau penulis (iii) pengertian yang diberikan kepada suatu bentuk kebahasaan.
Dari teori tentang makna di atas dapat disimpulkan bahwa makna adalah pengertian atau konsep yang diberikan kepada suatu bentuk kebahasaan.
Ada tiga cara yang dipakai oleh para linguis dan filsuf dalam usahanya menjelaskan makna:
a. Dengan memberikan definisi hakikat makna kata
Pada cara ini makna kata diambil sebagai konstruk, yang dalam konstruk itu makna kalimat dan komunikasi dapat dijelaskan.
Contoh:
perawan berarti wanita belum menikah
b. Dengan mendefinisikan hakikat makna kalimat
Di sini makna kalimatlah yang diambil sebagai dasar , dengan kata-kata difahami sebagai penyumbang yang sematik terhadap makna kalimat.
Contoh:
kalimat “James membunuh Max” berarti bahwa seseorang bernama James sengaja membunuh seseorang yang disebut Max
c. Dengan menjelaskan proses komunikasi
Pada cara ini baik makna kalimat maupun makna kata dijelaskan dalam batas-batas penggunaannya pada tindak komunikasi
Contoh ;
A: Anda akan segera tidur?
B: Apa maksudmu?
A: Itu berarti bahwa aku lelah, dan semakin cepat Anda pergi tidur, semakin cepat aku bisa istirahat
Dari ketiga pemakaian di atas, penjelasan tentang makna yang paling tradisional adalah mengatur upaya untuk menjelaskan makna dalam batas-batas menamakan hubungan antara kata dengan bendanya.
1.2. MAKNA DAN REFERENSI
Acuan, rujukan, referensi adalah suatu yang ditunjuk oleh tanda. Acuan menunjuk pada hubungan antara unsure-unsur linguistic berupa kata, kalimat, dan pengalaman. Acuan merupakan hal yang mendasar di dalam semantik sebab acuan tidak akan dimengerti apabila pengertian tentang lambangdalam bentuk kata dan kalimat, tidak ada. Misalkan ;
1. kata “roti” memiliki makna tertentu, akan tetapi sekain dari makna tersebut kata “roti” memiliki juga sifat yang namanya “referensi” yaitu kemampuan kata “roti” untuk mengacu pada makanan tertentu. Yang diacu itu dinamai “referen”.
2. kalimat “Iguana tidak sangat buas”
Pada contoh di atas kata itu mungkin mengacu pada semacam benda yaitu iguana.
1.2. TEORI IMAJI TENTANG MAKNA
Satu penjelasan lain masalah hakikat makna kata adalah menjelaskan makna kata dalam batas-batas imaji yang ada pada otak penutur (atau pendengarnya). Imaji adalah sebuah gambaran terhadap makna kata.
Masalah yang ditampilkan oleh kenyataan bahwa:
- Seseorang mungkin saja memiliki lebih dari satu imaji yang sama
- Dua ungkapan atau lebih mungkin saja mempunyai imaji yang sama
Contoh
Ungkapan a tired child Mempunyai imaji yang sama dengan an angry child, an unhappy child, a future tyrant.
1.3. MAKNA DAN KONSEP
q Konsep adalah thought atau reference atau meaning adalah apa yang ada di dalam mind tentang objek yang ditunjukkan oleh lambang (Abdul Wahab:13).
q Konsep adalah bayangan terhadap sebungkus pikiran yang meliputi beribu-ribu pengalaman yang berbeda-beda yang siap untuk ditambah dengan ribuan lagi (Sapir 1921:13).
q Ferdinand de Saussure menekankan bahwa konsep (kata yang dipakai olehnya ialah signifie) unsur yang mewakilinya hanya disebabkan oleh nilainya dalam sistem
q Konsep itu tidak termasuk pengalaman nyata seseorang, walaupun mungkin konsep itu dipikirkan, seperti pemikiran kita tentang konsep lingkaran. Konsep bukan milik orang perorang: Anda dan saya mungkin memikirkan konsep yang sama (Katz 1972:38).
Jadi dapat disimpulkan bahwa sebuah konsep adalah apa yang ada dalam pikiran tentang pengalaman nyata yang berbeda-beda antar orang perorang.
Hubungan antara kata dan acuan hanya mungkin dipahami melalui konsep yang ada di otak baik pada pembicara maupun pendengar.
1.3.1. Analisis komponensial
Adalah analisis makna suatu kata dalam hubungannya dengan makna yang lain. Misalnya :
- penamaan seorang anak dengan kata anak memiliki hubungan yang sestematis / komponen-komponen dengan kata bapak, ibu, adik, kakak (kekerabatan)
- Murder = sengaja, berakibat, kematian
- Kill = berakibat, kematian
Dari uraian di atas dapat terlihat bahwa dengan mengetahui makna kata dan hubungannya dengan referensi, konsep, maupun imaji yang dugunakan oleh pembicara, pendengar, penulis maupun pembaca berdasarkan sistem bahasa tertentu dapat yakin atau percaya tentang apa yang dibicarakan, didengar dan dibaca.
Daftar Pustaka
Chaer, Abdul. 2003. Linguistik Umum. Jakarta:Rineka Cipta
Pateda, Mansoer.2003. Semantik Leksikal. Jakarta: Rineka Cipta
Wahab, Abdul. Teori Semantik. Airlangga University Press
Tidak ada komentar:
Posting Komentar